☎ Hotline: +62 823 7728 3090 | pikiransuper.id@gmail.com
Halo para Generalis Muda Indonesia - Mari bergabung dan belajar bersama di Komunitas Pikiran Super Indonesia! - Mind Change Your Life!. Gabung Sekarang!

Pendapat para tokoh tentang Filsafat Pendidikan Islam

Apa itu Filsafat Pendidikan Islam?

Filsafat pendidikan Islam adalah sebuah disiplin ilmu yang memadukan prinsip-prinsip Islam dengan metode-metode pendidikan. Dalam perjalanan sejarah Islam, banyak tokoh terkemuka yang memberikan pandangan dan pemikiran mendalam tentang bagaimana pendidikan seharusnya berjalan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Artikel ini akan mengulas pandangan beberapa tokoh penting tentang Filsafat Pendidikan Islam.

1. Ibnu Sina (Avicenna)

Ibnu Sina, juga dikenal sebagai Avicenna dalam budaya Barat, adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan cendekiawan Muslim terkenal. Dalam pemikirannya, Ibnu Sina menekankan peran penting akal dalam pendidikan. Menurutnya, akal harus dikembangkan melalui pendidikan untuk memahami nilai-nilai agama dengan lebih baik. Ia memandang bahwa pendidikan Islam harus mencakup pemahaman rasional terhadap prinsip-prinsip agama, sehingga menghasilkan individu yang berpikir kritis dan beragama kuat.

2. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun adalah seorang sejarawan dan filsuf Muslim terkenal yang memberikan kontribusi besar dalam pemahaman pendidikan dalam konteks Islam. Dia menggambarkan pendidikan sebagai kunci perkembangan masyarakat dan peradaban. Ibnu Khaldun berpandangan bahwa pendidikan harus mengutamakan pengembangan moral, etika, dan kepemimpinan. Ia melihat pendidikan sebagai alat untuk memperkuat struktur sosial dan meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat.

3. Al-Ghazali

Al-Ghazali adalah seorang cendekiawan Islam yang terkenal karena peran besar dalam sejarah pemikiran Islam. Ia menyoroti pentingnya penyucian jiwa dalam pendidikan Islam. Al-Ghazali percaya bahwa pendidikan harus membantu individu untuk mengatasi kelemahan batin mereka, mengembangkan keimanan yang kuat, dan mencapai keselarasan dengan Tuhan. Ia menekankan pentingnya pengendalian diri, introspeksi, dan perenungan dalam pendidikan.

4. Abdur Rahman Nahlawi

Menurut Abdur Rahman Nahlawi filsafat pendidikan islam adalah pengaturan pribadi dan masyarakat sehingga dapat memeluk islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif.

5. Omar Mohamad al-Toumy al-Syaibany

Menurutnya bahwa filsafat pendidikan Islam tidak lain ialah pelaksanaan pandangan filsafat dan kaidah filsafat dalam bidang pendidikan yang didasarkan pada ajaran Islam.

Dalam bukunya mengenai Falsafah Pendidikan Islam, ia juga menjelaskan pandangannya yang mengarah pada pemahaman Filsafat Pendidikan Islam, sebagaimana terlihat dalam kutipan berikut ini: "Ketika kita membicarakan pentingnya membangun Falsafah Pendidikan secara umum, kita tidak mengidentifikasi jenis Falsafah yang harus dominan dalam Falsafah tersebut. Bagian atau bab yang kita diskusikan adalah mengenai karakteristik Falsafah dan apa yang kita maksudkan dengan sumber-sumber, elemen-elemen, dan syarat-syarat dari, serta apa yang kita maksudkan dengan prinsip-prinsip, keyakinan-keyakinan, hipotesis-hipotesis, dan premis-premis yang menjadi dasar Falsafah ini, yaitu Falsafah Pendidikan yang berakar dari prinsip-prinsip dan semangat Islam. Inilah yang kita sebut sebagai Falsafah Islam untuk pendidikan, atau yang lebih dikenal sebagai Filsafat Pendidikan Islam."

6. Abudin Nata

Abudin Nata menyimpulkan bahwa Filsafat Pendidikan Islam adalah suatu penelitian filosofis yang mendalam tentang berbagai isu yang muncul dalam konteks pendidikan. Penelitian ini didasarkan pada al-Qur'an dan hadis sebagai sumber utama, serta pandangan para ahli, terutama filosof Muslim, sebagai sumber sekunder. Selain itu, Filsafat Pendidikan Islam adalah usaha untuk berpikir secara mendalam, sistematis, radikal, dan universal tentang masalah-masalah pendidikan, termasuk masalah individu (siswa), guru, kurikulum, metode, dan lingkungan. Semua ini dilakukan dengan mengacu pada al-Qur'an dan al-Hadis sebagai landasan utama. Dengan kata lain, Filsafat Pendidikan Islam adalah pendekatan pendidikan yang berakar dalam ajaran Islam dan ditempuh melalui proses berpikir filosofis. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa Filsafat Pendidikan Islam tidak memiliki ciri-ciri kebebasan tanpa etika seperti yang sering ditemukan dalam pemikiran filsafat umum.

7. Jalaludin

Jalaludin, dalam bukunya tentang Filsafat Pendidikan Islam, mengungkapkan bahwa Filsafat Pendidikan Islam adalah hasil pemikiran para filsuf yang didasarkan pada wahyu Ilahi. Sebaliknya, falsafah pendidikan lainnya bersumber dari refleksi dan pemikiran yang didasarkan pada kemampuan rasional manusia. Hasil pemikiran yang berakar pada wahyu memiliki kebenaran yang absolut dan tidak tergantung pada konteks waktu dan tempat. Di sisi lain, pemikiran yang didasarkan pada rasionalitas sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dan lingkungan saat itu.

Dengan kata lain, Filsafat Pendidikan Islam dianggap memiliki landasan kebenaran yang lebih kokoh karena didasarkan pada wahyu Ilahi, sementara pemikiran lainnya cenderung lebih relatif tergantung pada konteks waktu dan tempat.

8. M. Arifin

M. Arifin dalam pengantar bukunya yang berjudul Filsafat Pendidikan Islam, mengemukakan bahwa Filsafat Pendidikan Islam merujuk pada masuknya ke dalam domain pemikiran yang mendasar, terstruktur secara sistematis, logis, dan menyeluruh (universal) mengenai pendidikan. Konsep ini tidak hanya didasarkan pada pengetahuan agama Islam semata, tetapi juga mendorong kita untuk memahami berbagai bidang ilmu lain yang relevan.

Selanjutnya, M. Arifin menjelaskan tentang suatu gagasan yang khas dalam Islam. Filsafat Pendidikan Islam pada hakikatnya adalah gagasan berfikir tentang proses pendidikan yang diberkahi oleh ajaran agama Islam mengenai potensi bawaan manusia yang dapat ditempa, dikembangkan, dan dipandu agar menjadi individu Muslim yang sepenuhnya menghayati nilai-nilai Islam. Gagasan ini juga menjelaskan mengapa manusia harus diarahkan untuk menjadi hamba Allah yang memiliki karakteristik semacam itu.

Falsafah Pendidikan Islam yang diinginkan adalah bentuk pemikiran yang mendalam, fundamental, terstruktur, terpadu, logis, komprehensif, dan universal, yang diungkapkan dalam bentuk sistem konseptual.

Filsafat Pendidikan Islam tidak terbatas pada kerangka lembaga Islam atau dibatasi oleh pengetahuan dan pengalaman Islam semata. Sebaliknya, ia mencakup seluruh ilmu pengetahuan dan pengalaman yang relevan sesuai dengan aspirasi masyarakat Muslim. Oleh karena itu, dasar pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam studi ini mencakup pengetahuan teoritis dan praktis di berbagai bidang ilmu yang terkait dengan isu-isu pendidikan yang ada dalam masyarakat yang terus berkembang.

Kesimpulan

Dengan demikian, pendekatan yang paling tepat dalam studi Filsafat Pendidikan Islam adalah ketika dua aspek terpenuhi: aspek ilmiah yang dapat diakui secara metodologis dan aspek spiritual yang dapat dipertanggungjawabkan dari perspektif agama.

Secara keseluruhan, Filsafat Pendidikan Islam adalah eksplorasi filosofis yang mendalam, sistematis, radikal, dan universal tentang berbagai aspek pendidikan, termasuk manusia (anak didik), guru, kurikulum, metode, lingkungan, serta hakikat kemampuan manusia untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu Muslim yang seluruhnya dipengaruhi oleh ajaran Islam. Semua ini berlandaskan pada al-Qur'an dan hadis sebagai sumber utama, serta pandangan para ahli, terutama filosof Muslim, sebagai sumber sekunder.

Pendapat tokoh-tokoh terkemuka seperti Ibnu Sina, Jalaluddin Rumi, Ibnu Khaldun, dan Al-Ghazali memberikan wawasan yang berharga tentang Filsafat Pendidikan Islam. Meskipun pandangan mereka mungkin berbeda-beda, mereka semua menekankan pentingnya pengembangan akal, moral, spiritualitas, dan kontribusi pendidikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat dalam kerangka nilai-nilai Islam.

Pendidikan Islam yang baik akan selalu mencari keseimbangan antara aspek-aspek rasional dan spiritual, serta mengedepankan prinsip-prinsip agama dalam upaya membentuk generasi yang berpikir kritis, beriman kuat, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia.

Sumber:
Abudin Nata, "Filsafat Pendidikan Islam," Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997. Halaman 14.
Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibany, alih bahasa oleh Hasan Langgulung, "Falsafah Pendidikan Islam," Jakarta: Bulan Bintang, 1979. Halaman 37.
Abudin Nata, "Filsafat Pendidikan Islam," Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997. Halaman 15.
Jalaludin & Usman Said, "Filsafat Pendidikan Islam: Konsep dan Perkembangan Pemikirannya," Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994. Halaman 3-4.
M. Arifin, "Filsafat Pendidikan Islam," Jakarta: Bumi Aksara, 1996. Halaman Xi.
M. Arifin, "Filsafat Pendidikan Islam," Jakarta: Bumi Aksara, 1996. Halaman 27-31.
M. Arifin, "Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner," Jakarta: Bumi Aksara, 1993. Halaman 44.
M. Arifin, "Filsafat Pendidikan Islam," Jakarta: Bumi Aksara, 1996. Halaman Xii.
Jalaludin & Usman Said, "Filsafat Pendidikan Islam: Konsep dan Perkembangan Pemikirannya," Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994. Halaman 19.
Abudin Nata, "Filsafat Pendidikan Islam," Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997. Halaman 13-15.

Getting Info...

Posting Komentar

Tulis komentar dengan kata-kata yang baik, terima kasih telah berkunjung 🙏
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.