☎ Hotline: +62 823 7728 3090 | pikiransuper.id@gmail.com
Halo para Generalis Muda Indonesia - Mari bergabung dan belajar bersama di Komunitas Pikiran Super Indonesia! - Mind Change Your Life!. Gabung Sekarang!

Menggali Solusi Pendidikan Indonesia: Menyelami Finlandia dan Vietnam

Pendidikan di Finlandia telah lama menjadi buah bibir di dunia pendidikan internasional, khususnya bagi Indonesia dan Malaysia di kawasan Asia Tenggara. Meskipun kerap menjadi panutan, pertanyaannya adalah, apakah Finlandia benar-benar relevan bagi negara-negara dengan tantangan pendidikan seperti Indonesia?

Pandemi COVID-19 telah membeberkan ketidaksetaraan dalam akses pendidikan, terutama di Indonesia yang memiliki wilayah geografis yang luas dan kerentanan infrastruktur internet serta listrik di daerah-daerah tertentu. Di sisi lain, Finlandia telah berhasil menjaga kontinuitas pendidikan daring, tanpa kasus siswa yang terpinggirkan karena keterbatasan teknologi.

Namun, perbandingan langsung antara Indonesia dan Finlandia tidaklah adil, mengingat perbedaan signifikan dalam segi geografis, populasi, dan distribusi fasilitas pendidikan. Finlandia hanya memiliki 5,5 juta penduduk dengan fasilitas pendidikan yang merata, sedangkan Indonesia adalah negara kepulauan yang luas dengan lebih dari 270 juta penduduk yang tersebar di berbagai pulau.

Perbedaan lain yang signifikan adalah kualitas guru. Di Finlandia, menjadi guru adalah kehormatan, dan hanya mereka yang memiliki gelar master yang diterima. Hal ini berbanding terbalik dengan Indonesia, di mana masalah guru menjadi benang merah kerumitan. Di perkotaan, tenaga pengajar berlebihan, sementara di desa-desa terpencil, sekolah seringkali kekurangan guru. Selain itu, masalah gaji guru di Indonesia masih menjadi polemik, dengan sejumlah guru honorer yang menerima upah yang minim.

Singapura dan Malaysia, dua negara ASEAN lainnya, telah menunjukkan ketatnya seleksi guru. Singapura, misalnya, hanya memiliki satu kampus yang diizinkan menyelenggarakan sekolah guru. Di Malaysia, kampus guru hanya ada di tingkat negeri. Di Indonesia, kampus guru tersebar di mana-mana, bahkan di bawah pohon.

Fasilitas perpustakaan sekolah juga menjadi perhatian penting. Di Finlandia, perpustakaan sekolah sangat nyaman dengan buku-buku terbaru yang tersedia. Pemerintah kota dan sekolah aktif mendorong literasi anak-anak dengan program "diploma membaca," yang memotivasi mereka untuk membaca sejumlah buku setiap tahun. Di Indonesia, fasilitas perpustakaan sekolah sering kali hanya tersedia di kota-kota besar, dan program literasi masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, alokasi anggaran pendidikan di Finlandia jauh lebih besar dibandingkan dengan Indonesia. Finlandia dapat mengalokasikan hingga 43 persen dari anggaran pendidikan yang ditanggung pusat, sedangkan Indonesia hanya mengalokasikan 20 persen dari APBN yang masih harus dibagi-bagi ke berbagai kementerian dan lembaga.

Saat ini, Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mengadopsi kurikulum negara-negara maju, termasuk Finlandia, mungkin bukan solusi yang tepat. Kasus Finlandia menunjukkan bahwa mereka telah mengatasi sebagian besar masalah dasar pendidikan mereka dan saat ini lebih berfokus pada pemeliharaan kualitas.

Mengganti pendekatan dengan menilai Vietnam mungkin lebih realistis. Vietnam, meskipun lebih miskin daripada Indonesia, telah mencapai peringkat yang tinggi dalam tes PISA. Keberhasilan Vietnam mungkin menjadi inspirasi bagi Indonesia, mengingat kesamaan kondisi antara kedua negara.

Sebelum kita mencapai perbandingan dengan negara lain, penting bagi Indonesia untuk menyelesaikan masalah-masalah mendasar seperti infrastruktur pendidikan, distribusi guru yang merata, perbaikan perpustakaan sekolah, dan alokasi anggaran pendidikan yang lebih efektif. Dengan mengejar solusi-solusi ini, Indonesia dapat melangkah maju dan berusaha untuk keluar dari peringkat sepuluh terbawah dalam tes PISA. Finlandia mungkin tetap menjadi inspirasi, tetapi Vietnam adalah contoh yang lebih relevan dan layak untuk diikuti dalam upaya meningkatkan sistem pendidikan Indonesia.

Source:
https://www.kompas.com/
https://www.viva.co.id/

Getting Info...

Posting Komentar

Tulis komentar dengan kata-kata yang baik, terima kasih telah berkunjung 🙏
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.